Rabu, 07 Oktober 2015

Tanya Jawab Gateway Untuk Member ODOJ

Member bernama fulan, ikut ODOJ, dan sekarang adalah tanggal 16-sep-2015.

Bagaimana caranya menampilkan list juzbuat group?
  • ketik : odoj list
Bagaimana caranya lapor kalo barusan kholas untuk juz 5 hari ini?
  • ketik : odoj lapor fulan juz 5
Bagaimana caranya lapor kalo kholas juz 6 hari ini udah tadi pagi jam 5.30?
  • ketik : odoj lapor fulan juz 6 jam 5.30
Kalau kholasnya kemaren jam 22.30, gimana donk?
  • ketik : odoj lapor fulan juz 6 kemarin jam 22.30
  • atau : odoj lapor fulan juz 6 15-sep-2015 22.30
Bagaimana caranya melaporkan temen yang titip lapor kholas juz 20 hari ini?
  • ketik : odoj lapor nama_temen juz 20
Bagaimana caranya lapor kalau terlambat kholas juz 5, padahal list sudah berubahjadi juz 6 (misalnya list group otomatis berubah jam 20:00, padahal sekarang sudah jam 21:00, tanggal 16-sep-2015)?
  • ketik : odoj 16-9-2015 lapor fulan juz 5


Bagaimana caranya lapor untuk juz jatah besok (juz 6)?
  • ketik : odoj 17-sep-2015 lapor fulan juz 6
Bagaimana caranya lapor "kholas" (juz 6) untuk akhwat yang lagi berhalangan dan sudah melakukan satu diantara kegiatan: tasmi', tarjim, atau murattal?
  • ketik : odoj lapor fulana juz 6 tarjim
  • atau : odoj lapor fulana juz 6 tasmi
  • atau : odoj lapor fulana juz 6 murattal
Bagaimana caranya saya melapor bahwa saya sedang membaca juz 29 dan belum selesai?
  • ketik : odoj lapor saya juz 29 sedang dibaca
  • atau : odoj lapor saya juz 29 otw

Bagaimana caranya membatalkan laporan kholas hari ini, karena ternyata salah input?
  • ketik : odoj batal fulan
Bagaimana caranya melihat list laporan kemaren (tanggal 15-9-2015) ?
  • ketik : odoj 15-9-2015 list
Bagaimana caranya melihat list laporan untuk besok?
  • ketik : odoj 17-9-2015 list
Bagaimana caranya melihat siapa-siapa saja yang sudah lapor hari ini?
  • ketik : odoj status
Bagaimana caranya menampilkan laporan mingguan?
  • ketik : odoj list mingguan
Bagaimana caranya menampilkan laporan mingguan lengkap dengan reward masing-masing member (untuk group yang menerapkan sistem reward pelaporan)?
  • ketik : odoj list rekap

Tanya Jawab Gateway Untuk Admin ODOJ

Sebaiknya perintah-perintah ini tidak dilakukan sembarangan, karena bisa mengubah tampilan dan atau data-data anggota group.

Bagaimana caranya menambah anggota ke group, namanya Fulan, juz 12?
  • ketik : odoj ganti Fulan=12,0;
Group saya dibagi dalam beberapa tim kecil, bagaimana caranya menambah anggota bernama Fulan, juz 5, supaya masuk tim 2?
  • ketik : odoj ganti Fulan=5,2;
Bagaimana caranya mengganti data juz untuk Fulan, menjadi juz 30, tetap di tim 2?
  • ketik : odoj ganti Fulan=30,2;
Di group saya, ada yang juz-nya bebas, trus kadang ada yang lebih dari 1 juz dalam sehari. Gimana donk?
  • ketik : odoj ganti Fulan=x,2;
  • Untuk yang juz-nya bebas, laporan tetap harus memasukkan angka juz, TIDAK menggunakan juz x, tetapi sesuai juz yang dia baca, misalnya : odoj lapor fulan juz 12;
Kalau Fulan sudah tidak aktif, gimana donk cara menghapus datanya dari list group?
  • ketik : odoj ganti Fulan=;
Group saya dibagi dalam beberapa tim, bagaimana cara memberi nama setiap tim, misalnya tim 1 diberi nama Tim Semangat, tim 2 bernama Tim Istiqomah, dan tim 3 diberi nama Tim Barakah?
  • ketik : odoj ganti #team=Tim,Semangat,Istiqomah,Barakah
Bisa nggak kalau nama koordinator tim-tim itu ditampilkan juga? Bisa ...
  • ketik : odoj ganti #team=Tim,Semangat|FulanA,Istiqomah|FulanB,Barakah|FulanC

Bagaimana cara mengganti tulisan "List tilawah" yang ada di bagian atas?
  • ketik : odoj ganti #header=LIST TILAWAH GROUP 1234;
  • gunakan tanda | sebagai pengganti ENTER, jika ingin menampilkan tulisan dalam beberapa baris.
Kalau tulisan yang ada di bagian bawah, bisa juga diganti kan?
  • ketik : odoj ganti #footer=TETAP SEMANGAT|Usahakan kholas sebelum batas waktu;
  • gunakan tanda | sebagai pengganti ENTER, jika ingin menampilkan tulisan dalam beberapa baris.
Bagaimana cara untuk menampilkan info mengenai admin di list?
  • ketik : odoj ganti #admin=NamaAdmin,1;
  • atau, kalau pengen nama admin-nya ditulis di bagian bawah list, deket-deket footer, ketiknya : odoj ganti #admin=NamaAdmin,2;
Group saya menerapkan reward untuk laporan sesuai jam-jam tertentu. Bisa ditampilkan di list?
  • Bisa. Mau seperti apa periode dan rewardnya?
    • anggep saja seperti ini :
      • 18.01 - 05.00 
      • 05.01 - 13.00 
      • 13.01 - 18.00 
      • terlambat  
  • ketik : odoj ganti #reward=05-,13-,18-,d-;
Kalau tanda yang tidak lapor 1x, 2x, 3x dstbisa diganti juga?
  • ketik : odoj ganti #noreport=,,,;
  • kalau tandanya pengen lebih dari itu bisa kan? Misalnya sampai 5x ?
    • Bisa ... silakan aja ditambah sesuai kebutuhan.
Bagaimana ya caranya ganti PJ? Kayaknya di sistem, yang jadi PJ adalah yang dapet juz 30. Group saya PJ-nya adalah yang dapet jatah juz 1.
  • ketik : odoj ganti #pj=1;
  • atau, kalau PJ-nya gonta-ganti gak ada aturan, silakan diganti dengan menggunakan perintah
    • odoj ganti #pj=NamaPJ;
  • jangan lupa ... hanya nama sesuai di list, tidak usah pake panggilan. 
Apakah list harian berganti secara otomatis? Kalau iya, kapan?
  • Iya ... list akan berubah otomatis setiap jam 00:00.
  • Bisakah diganti? Group saya, pengen list otomatis berganti seiap jam 21:00.
    • ketik : odoj ganti #deadline=21:00;
Bisakah tanda kholas yang ini diganti?
  • Bisa, ketik : odoj ganti #icon=,,;
    • urutannya adalah: tanda untuk kholas, tanda untuk tasmi/tarjim, tanda on-progress.

Bagaimana cara kita melihat semua parameter yang sudah kita masukkan?


  • Ketik saja : odoj config
  • nanti akan ditampilkan seluruh parameter yang ada di group kita.

Sabtu, 26 September 2015

Fungsi Domain Dan Dan Hosting




     Istilah Domain dan Hosting mungkin sudah tak asing lagi bagi Anda, namun tak jarang banyak netter yang tak mengenal tentang kedua hal tersebut meskipun tanpa mereka sadari mereka sudah menjumpainya dalam bentuk nyata berkali-kali. Berikut akan saya jelaskan secara gamblang mengenai domain dan hosting menurut pendapat saya dengan beberapa refrensi tambahan.

DOMAIN
     Domain merupakan nama unik yang dapat kita gunakan untuk mengakses suatu halaman web yang berisi kumpulan kode-kodeHTML. Dengan kata lain, domain merupakan suatu petunjuk yang dapat kita gunakan untuk merujuk web orang lain, sehingga domain seperti alamat rumah seseorang di dunia maya. DOMAIN sering pula diartikan sebagai URL (Uniform Resource Locator), yang merupakan serangkaian nama unik yang sesuai dengan standar susunan tertentu yang dapat digunakan untuk merujuk alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di internet.
Domain pun memiliki susunan KASTA (tingkatan) tersendiri, yakni Kasta tertinggi atau Top Level Domain (TLD), Kasta kedua atau Second Level Domain (SLD), Kasta ketiga atau Third Level Domain, dan seterusnya.

     Untuk saat ini, Top Level Domain dapat dikategorikan menjadi 2 jenis, yakni menurut kode negara atau country code TLD (ccTLD) dan menurut tingkat ngetopnya atau generic TLD. Inilah beberapa contoh dari country code TLD : .id (Indonesia), .us (United State a.k.a Amerika), .au (Autralia), .me (Montenegro), dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan contoh untuk generic TLD yang kebanyakan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan, yakni: .com (kebutuhan komersial), .gov (dari kata goverment, pemerintahan), .org (kebutuhan untuk organisasi), .edu (edukasi), .info (informasi), dsb.

     Beberapa fakta mengenai domain dan kepemilikan domain, diantaranya : 1. Semakin unik nama sebuah domain, semakin tinggi pula kemungkinan kepopuleran suatu web/blog yang dirujuk oleh domain tersebut, 2. Kepemilikan domain bersifat siapa cepat dia yang dapat, sehingga kita harus cepat-cepat membeli domain dengan nama seunik dan sebagus mungkin sebelum diambil orang.

HOSTING
     Hosting merupakan ruang penyimpanan yang memuat segala hal yang mendukung terciptanya sebuah web/blog, baik berupa konfigurasiemail, kofigurasi PHP dan HTML, MySQL, dan materi-materi pendukung lainnya. Di dalam hosting, kita akan mengenal yang namanya SPACE (besar kecilnya kemampuan untuk menyimpan data) dan BANDWIDTH. Dengan demikian lengkaplah sudah piranti yang dapat kita gunakan untuk membuat sebuah web beserta domainnya.
Saat ini banyak sekali bertaburan penyedia-penyedia layanan hosting. Mereka berlomba-lomba menarik perhatian banyak orang dengan berbagai macam fitur, mulai dari hosting murah sampai hosting dengan biaya sewa hingga 700 ribuan setiap tahunnya.


DOMAIN DAN HOSTING
     Domain dan hosting merupakan sebuah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, kalau diibaratkan hubungan antara domain dan hosting seperti kunci dan gembok rumah. Tak peduli seberapa besar rumah yang telah kita bangun dan seberapa cantik kita telah mendisainnya, kalau rumah sebegitu bagusnya tetap terkunci dan tidak dapat dimasuki atau ditinggali, apa gunanya. Tentunya kita memerlukan bantuan dari kunci tersebut untuk mengakses rumah tersebut. Begitu juga dengan nasib si kunci, apabila kita telah memiliki akses masuk, namun apa yang bisa kita kunjungi atau kita tempati kalau ternyata belum ada isinya apa-apa (kosong). Seperti itulah hubungan antara domain dan hosting, kita bisa membangun sebuah website/blogdengan leluasa, namun kita memerlukan domain sebagai alamat yang dapat kita dan orang lain gunakan untuk mengakses website/blogyang telah kita bangun. Yang sudah pasti, domain dan hosting tersebut bisa kita beli dengan harga yang bervariatif sesuai dengan versinya masing-masing, dan Anda tak perlu khawatir karena banyak lembaga/jasa yang menyediakan hosting murah dan domain murah.

sumber : samperin.wordpress.com

Minggu, 20 September 2015

KONSEP PENDIDIKAN ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup dan kehidupan manusia. John Dewey menyatakan, bahwa pendidikan sebagai salah satu kebutuhan, fungsi sosial, sebagai bimbingan sarana pertumbuhan yang mempersiapkan  dan membukakan serta membentuk disiplin hidup (Zakiyah Darajat, 1983 :1). Untuk membentuk disiplin hidup maka perlu adanya Pendidikan Islam. Yang mengembangkan kemampuan individu secara maksimal dan positif. Dalam pendidikan Islam itu sendiri terdapat konsep-konsep dalam mengembangkan kemampuan individu yaitu Ta’lim, Ta’dib, dan Tarbiyah. Dengan adanya konsep-konsep tersebut maka terealisasikannya pendidikan dan tujuan pendidikan.
B. Pokok Bahasan
1.      Konsep Ta’lim adalah proses pengajaran yang lebih mengarah pada aspek kognitif.
2.      Konsep ta’dib adalah suatu pendidikan yang lebih mengarah pada aspek afektif.
3.      Konsep tarbiyah adalah proses pengajaran yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan peserta didik, yang mencakup Afektif, Kognitif dan Psikomotorik.
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam pendidikan Islam terdapat tiga konsep dasar pendidikan Islam, yaitu Ta’lim, Ta’dib, dan Tarbiyah. Untuk lebih jelasnya ketiga konsep tersebut akan dijelaskan sebagai berikut :
A. Ta’lim
            Kata ta’lim berasal dari kata dasar “allama” yang berarti mengajar, mengetahui. Pengajaran (ta’lim) lebih mengarah pada aspek kognitif, ta’lim mencakup aspek-aspek pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam hidupnya serta pedoman perilaku yang baik.
            Muhammad Rasyid Ridha mengartikan ta’lim dengan : “Proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan tertentu”. Definisi ta’lim menurut Abdul Fattah Jalal, yaitu sebagai proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab dan penanaman amanah, sehingga penyucian diri manusia itu berada dalam suatu kondisi yang memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta mempelajari segala apa yang bermanfaat baginya dan yang tidak diketahuinya. Mengacu pada definisi ini, ta’lim berarti adalah usaha terus menerus manusia sejak lahir hingga mati untuk menuju dari posisi “tidak tahu” ke posisi “tahu” seperti yang digambarkan dalam surat An Nahl ayat: 78. 
Artinya : Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
            Dari pengertian diatas, ta’lim mencakup aspek-aspek pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam hidupnya serta pedoman perilaku yang baik, sebagai upaya untuk mengembangkan, mendorong dan mengajak manusia lebih maju dan kehidupan yang mulia, sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik yang berkaitan dengan akal, perasaan maupun perbuatan karena seseorang dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, tetapi ia dibekali dengan berbagai potensi untuk mengembangkan keterampilannya tersebut agar dapat memahami ilmu serta memanfaatkannya dalam kehidupan.
            Pengajaran mencakup teoritis dan praktis sehingga peserta didik memperoleh kebijakan dan menjauhi kemadaratan. Pengajaran itu juga mencakup ilmu pengetahuan dan al-hikmah (bijaksana), misalnya guru matematika akan berusaha mengajarkan al-hikmah matematika, yaitu pengajaran nilai kepastian dan ketepatan dalam mengambil sikap dan tindakan dalam kehidupannya, yang dilandasi oleh pertimbangan yang rasional dan perhitungan yang matang.

B. Ta’dib
            Kata ta’dib secara etimologis adalah bentuk masdar yang berasal dari kata “addaba”, yang artinya membuat makanan, melatih dengan akhlak yang baik, sopan santun, dan tata cara pelaksanaan sesuatu yang baik.
            Menurut al-Naqaid, al-Attas, ta’dib berarti pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kekuatan dan keagungan Tuhan.
Dalam pengertian ta’dib di atas bahwasannya pendidikan dalam pespektif Islam adalah usaha agar orang mengenali dan mengetahui sesuatu sistem pengajaran tertentu. Seperti halnya dengan cara mengajar, dengan mengajar tersebut individu mampu untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya, misalnya seorang pendidik memberikan teladan atau contoh yang baik agar ditiru, memberikan pujian, dan hadiah, mendidik dengan cara membiasakan, dengan adanya konsep ta’dib tersebut maka terbentuklah seorang Individu yang muslim dan berakhlak. Pendidikan ini dalam sistem pendidikan dinilai sangat penting fungsinya, karena bagaimanapun sederhananya komunitas suatu masyarakat pasti membutuhkan atau memerlukan pendidikan ini terutama dalam pendidikan akhlak. Dari usaha pembinaan dan pengembangan ini diharapkan manusia mampu berperan sebagai pengabdi Allah dengan ketaatan yang optimal dalam setiap aktivitas kehidupannya, sehingga terbentuk akhlak yang mulia yang dimiliki serta mampu memberi manfaat bagi kehidupan alam dan lingkungannya. Jadi terwujudlah sosok manusia yang beriman dan beramal shaleh.
            Dalam konsep ta’dib mengandung tiga unsur, yaitu : pengembangan iman, pengambangan ilmu, pengembangan amal. Hubungan antara ketiga sangat penting karena untuk tujuan pendidikan juga. Iman merupakan suatu pengakuan terhadap apa yang diciptakan Allah di dunia ini yang direalisasikan dengan ilmu, dan konsekuensinya  adalah amal. Ilmu harus dilandasi dengan iman, dengan iman maka ilmu harus mampu membentuk amal karena ilmu itu harus diamalkan kepada orang yang belum mengetahuinya, dengan terealisasikannya unsur tersebut maka akan terwujudnya tujuan pendidikan.
            Dalam sosok pribadi manusia beriman dan beramal shaleh tersebut dapat digambarkan bahwa mereka memiliki jati diri sebagai pengabdi Allah, serta ikut dalam berkreasi dan berinovasi guna kepentingan kesejahteraan hidup bersama. Atas dasar keimanan, mampu memelihara hubungan dengan Allah dan antara dirinya dengan sesama makhluk Allah, sedangkan realisasi dan keimanan itu terlihat dari kemampuan untuk senantiasa berkreasi dan berinovasi yang bernilai bagi kehidupan bersama.
            Ta’dib sebagai upaya dalam pembentukan adab (tata krama), terbagi atas empat macam :
      1.            Ta’dib adalah al-haqq, pendidikan tata krama spiritual dalam kebenaran, yang di dalamnya segala yang ada memiliki kebenaran dan dengannya segala sesuatu diciptakan.
      2.            Ta’dib adab al-Khidmah, pendidikan tata krama spiritual dalam pengabdian.
      3.            Ta’dib adab al-Syari’ah, pendidikan tata krama yang tata caranya telah digariskan oleh Allah memalui wahyu.
      4.            Ta’dib adab al-shuhbah, pendidikan tata krama dalam persahabatan, berupa saling menghormati dan saling tolong menolong.
C. Tarbiyah
            Dalam bahasa Arab, kata al-tarbiyah memiliki tiga akar kebakaan, yaitu :
      1.            Rabba, yarbu : yang memiliki makna tumbuh, bertambah, berkembang.
      2.            Rabbi, yarba, : yang memiliki makna tumbuh dan menjadi besar atau dewasa.
      3.            Rabba, yarubbu, : yang memiliki makna memperbaiki, mengatur, mengurus dan mendidik, menguasai dan memimpin, menjaga dan memelihara.
Menurut Musthafa Al-Ghalayani, at-tarbiyah adalah penanaman etika yang mulia pada anak yang sedang tumbuh dengan cara memberi petunjuk dan nasihat, sehingga ia memiliki potensi dan kompetensi jiwa yang mantap, yang dapat membuahkan sifat-sifat bijak, baik cinta akan kreasi, dan berguna bagi tanah airnya.
Tarbiyah (pendidikan) merupakan transformasi pengetahuan dari satu generasi kegenerasi, atau dari orang tua kepada anaknya. Transformasi pengetahuan ini dilakukan dengan penuh keseriusan agar peserta didik memiliki sikap dan semangat yang tinggi dalam memahami dan menyadari kehidupannya, sehingga terbentuk ketakwaan, budi pekerti, dan kepribadian yang luhur. Dengan terbentuknya individu seperti itu maka suatu pendidikan dapat terealisasikan tujuannya.
            Dalam pendidikan (tarbiyah) ini mencakup ranah kognitif, afektif, psikomotorik, ketiga ranah tersebut harus dimiliki peserta didik, agar apa yang jadi visi misi lembaga institusi tertentu bisa terwujud tujuan pendidikannya, untuk itu maka pendidik dalam mendidik harus memiliki rasa keseriusan, keikhlasan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Agar peserta didik menjadi sosok yang diharapkan dan bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan juga masyarakat.
            Musthafa al-Maraghi membagi aktivitas al-tarbiyah menjadi dua macam:
      1.            Tarbiyah khalaqiyyah, yaitu pendidikan yang terkait dengan perumbuhan jasmani manusia, agar dapat dijadikan sebagai sarana dalam pengembangan rohaninya.
      2.            Tarbiyah diniyah tahdzibiyyah, pendidikan yang terkait dengan pembinaan dan pengembangan akhlak dan agama manusia.
Dalam pengertian tarbiyah ini menunjukkan bahwa pendidikan islam tidak sekedar menitik beratkan pada kebutuhan jasmani, tetapi diperlukan juga pengembangan kebutuhan psikis, sosial, etika dan agama untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Pendidikan Islam yang dilakukan harus mencakup proses transformasi kebudayaan, nilai dan ilmu pengetahuan dan aktualisasi terhadap seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik, agar mencetak peserta didik ke arah insan kamil, yaitu insan sempurna yang tahu dan sadar akan diri dan lingkungan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidik dalam perspektif Islam mencakup tiga konsep, yaitu :
      1.   Konsep ta’lim : proses pendidikan yang mengarah pada aspek kognitif, dengan cara mengembangkan kemampuan, keterampilan peserta didik,
      2.   Konsep ta’dib : Pendidikan yang mengedepankan aspek afektif, agar dapat membentuk pribadi manusia beriman dan beramal shaleh.
Ta’dib terbagi menjadi 4 macam yaitu :
a.       Ta’dib adab al-haqq
b.      Ta’dib adab al-khidmah
c.       Ta’dib adab al-syari’ah
d.      Ta’dib adab al-shuhbah

      3.   Konsep tarbiyah : proses pengajaran untuk mengembangkan, menumbuhkan yang mencakup kognitif, afektif, dan psikomotorik.

B. Saran
            Dalam suatu pendidikan Islam peserta didik harus mampu mengembangkan kemampuannya dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dan harus adanya keseimbangan antara ketiga ranah tersebut, agar terwujudnya sosok pribadi yang bertaqwa dan berakal shaleh dan agar menjalani insan kamil.
DAFTAR PUSTAKA
Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan Dalam Perpektif Islam. Bandung : Remaja Rosdakarya, 1984.
Nasir, Ridlwan, Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2005.
Jalaludin, Teologi Pendidikan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003
Mujib, Abdul, Ilmu Pebdidikan Islam. Jakarta : Kencana Prenada Media, 2006
Halim, Mahmud, Ali Abdul Pendidikan Ruhani. Jakarta : Gema Insani Press, 2000.

Sabtu, 19 September 2015

MAKALAH KEPRIBADIAN GURU MENURUT KONSEP ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam proses beiajar mengajar, guru menempati posisi penting dan penentu berhasil tidaknya pencapaian tujuan suatu proses pembelajaran. Sekalipun proses pembelajaran telah menggunakan berbagai model pendekatan dan metode yang lebih memberi peluang siswa aktif, kedudukan dan peran guru tetap penting dan menentukan.
Dalam sebuah ungkapan bahasa Arab dinyatakan, "ath-thoriqotu ahammu minal maadah, wal mudarrisu ahammu min kulli sya’i " (Metode atau cara pembelajaran lebih penting daripada materi pembelajaran, dan guru lebih penting dari segalanya). Ungkapan ini mengandung makna bahwa seorang guru harus menguasai materi pembelajaran yang akan disampaikan. Lebih baik dari itu, penguasaan metode pembelajaran oleh seorang guru memiliki arti lebih penting lagi dan menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran dari pada hanya penguasaan materi. Di atas itu semua, posisi dan peran guru jauh lebih penting dan menentukan atas segalanya. Materi, metode, media, dan sumber pembelajaran, semuanya menjadi tidak bermakna apabila guru tidak mampu memerankan tugasnya dengan baik.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan gambaran latar belakang masalah yang kami uraikan diatas, maka rumuasan masalah yang menjadi pokok pembahasan ini yaitu : 
1.    Apa Pengertian Kepribadian Guru ?
2.    Serta Bagaiamanakah Karakteristik Kepribadian Guru Di MI, MTS, Dan MA?
3.    Apa Saja Komponen -Komponen Yang Ada Dalam Kepribadian Guru?

C. Batasan Masalah
Untuk menghindari kemungkinan melebarnya masalah pada saat dalam diskusi berlangsung, untuk itu kami sebagai penyusun makalah memberi batasan masalah yang hanya berkisar pada pengertian kcpribadian guru PAl dan komponen kompetensi guru.

D. Tujuan
Disamping itu adapun tujuan pembuatan makalah ini untuk mengetahui sejauh mana seorang guru PAI dapat berkompetensi dalam mendesain dan melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar dengan anak didiknya yaitu dengan membangun karakteristik yang emosional dan spritual dalam membentuk keimanan dan ketaqwaan, sesuai dengan yang diharapkan agar dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi peserta didik kelak, sekaligus tujuannya adalah untuk memenuhi tugas mata
kuliah yang diberikan oleh dosen pengampu dalam mata kuliah kompetensi guru PAI yaitu Suyitno, M.Pd.I  Semoga dengan adanya kompetensi guru tersebut bisa menjadi   acuan   bagi   tercapainya   salah   satu   tujuan   bangsa   Indonesia   yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kepribadian Guru
Faktor terpenting dari seorang guru adalah kepribadiannya. Karena dengan kepribadian itulah seorang guru bisa menjadi seorang pendidik dan pembina bagi anak didiknya atau bahkan malah sebaliknya akan menjadi perusak dan penghancur bagi masa depan anak didiknya. Kepribadian yang sesungguhnya adalah abstrak, sulit dilihat dan tidak bisa diketahui secara nyata yang dapat diketahui yaitu hanyalah penampilan dari segi luarnya saja yaitu misalnya : dalam tindakannya, ucapannya, cara bergaul, berpakaian dan menghadapi segala persoalan atau masalah baik yang ringan ataupun yang berat. 
Kepribadiaan adalah sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri khas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atau baku, sehingga kalu dikatakan pola sikap itu sudah berlaku terus-menerus secara konsisten dalam menghadapi situasi yang dihadapi. 

Menurut Zakiah Darajat ada 2 macam kepribadian guru yaitu :

1.    Guru yang menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang memerintah dan menyumh yaitu hal seperti ini kurang menyenangkan dalam pendidikan.
2.    Guru yang menempatkan sebagai pembimbing bagi anak didiknya yaitu biasanya guru seperti ini sangat menarik dan menyenangkan. Maksudnya yaitu ia akan disenangi dan disayangi oleh anak didiknya. 


Bagaimanapun seorang guru memberikan pelajaran bahkan penguasaan materi yang matang tanpa diiringi oleh kepribadian yang baik dan menarik seorang guru bisa menjadi guru yang ideal.
Menurut Thomas Gordon yang disebut oleh Drs. Mudjito definisi guru ideal diambil dari mitos umum tentang guru dan pengajaran yaitu:
1.    Guru yang baik adalah guru yang kalem tidak pernah berteriak dan bertempramen baik selalu tenang dan tak pernah menunjukkan emosi yang tinggi.
2.    Guru yang tidak pernah berprasangka buruk.
3.    Menerima anak didik dengan semua pandangan yang sama.
4.    Menyediakan lingkungan belajar yang menarik,merangsang atau stimulus, tenang bebas dan sesuai dengan aturan setiap saat.
5.    Selalu konsisten dan mempunyai pengetahuan yang banyak dibandingkan oleh anak-anak muridnya. 

Menurut M.L Soelaiman, ada resep tentang bagaimana mengolah dan memasak guru yang diambil dari inggris yang kira-kira berbunyi "carilah seorang ppribadi yang muda, kuat dean menarik, kemudian kupaslah segala sifatnya yang berlebih-lebihan dalam bentuk suara, pakaian dan tindak tanduknya yang mungkin membungkusnya. Kemudian tuangkanlah dengan suatu adonan berupa campuran dank keberanian Abu Daud, kebijaksanaan seperti nabi Sulaiman, seperti kekuatan Samson dan Kesabaran nabi Ayyub, yaitu dalam takaran sama banyaknya. Bumbunya adalah garamnya pengalaman, ladanya semangat, dan minyaknya simpati dan jangan lupa humor sebagai bumbu penyedapnya.
Maksudnya dari penjelasan diatas adalah untuk menjadi guru yang baik, kepribadian guru harus lebih kuat baik fisik maupun mental. Sebab dalam tugasnya guru mempunyai wewenang dalam mengahadapi tugas dan tanggung jawab yang cukup berat, kemudian guru harus berjiwa muda yang dapat menyelami gejolak perasaan serta liku-liku hidup generasi muda dan harus mempunyai daya tarik agar dapat mendekati dan didekati oleh siswa. 
Untuk menjadi guru yang berkompetensi, maka guru harus mengembangkan kepribadiannya yang meliputi:
1.    Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Berperan sebagai masyarakat sebagai warga negara yaitu yang berjiwa Pancasila.
3.    Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan guru. 

Ketiga hal diatas dianggap perlu karena seluruh ranah kompetensi guru wajib menjalankan apa-apa yang dianggap sebagai norma dan falsafah hidup suatu bangsa, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah syarat wajib yang harus dimilikioleh setiap warga negara bukan hanya seorang guru yang memilikinya, karena syarat dari warga negara Indonesia diantaranya adalah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain beriman kepada tuhan Yang Maha Esa seorang guru hendaknya harus menyatu dengan masyarakat karena disamping sebagai guru tersebut sebagai contoh panutan/tauladan bagi anak didiknya dimasyarakat tersebut juga bagian dari masyarakat yang mempunyai satu kesatuan dan saling ketergantungan. Namun hal yang paling terpenting dalam kehidupan seorang guru adalah pengembangan sifat-sifat terpuji dan akhlakul karimah yaitu sesuai dengan tujuan pendidikan agama Islam bagi seorang guru. Kepribadian guru juga merupakan salah satu faktor terpenting didalam melakukan atau melaksanakan penciptaan suasana yang menguntungkan dalam proses belajar mengajar.
Menurut Abu Ahmadi seorang guru yang berhasil dituntut untuk beriskap hangat, adil, objektif, dan fleksibel sehingga terbina suasana emosional yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar.
Kompetensi adalah seperangkat tindakan inteligen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Sifat inteligen harus ditunjukkan sebagai kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak. Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari susut ilmu pengetahuan, teknologi maupun etika. Dalam arti tindakan itu benar ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan, efisien, efektif dan memiliki daya tarik dilihat dari sudut teknologi dan baik ditinjau dari sudut etika. 
Secara etimologis kata guru berasal dari bahasa sansekerta yang mempunyai arti yang dihormati. Seorang guru pada hakikatnya adalah seorang pembimbing spiritual bagi seseorang atau kelompok yang dirinya telah menguasai kemampuan spiritual. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya) mengajar.
Dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (pasal 1 Ketentuan Umum), definisi Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Jadi, Kompetensi guru adalah himpunan pengetahuan, kemampuan, dan keyakinan yang dimiliki seorang guru dan ditampilkan untuk situasi mengajar. Atau dengan kata lain kompetensi guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
B. Kepribadian Guru Madrasah Ibtida'iyah
Segenap guru hendaknya mengetahui dan menyadari betul bahwa kepribadiannya yang tercermin dalam berbagai penampilan itu ikut menetukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan pada sebuah lembaga pendidikan itu sendiri, pada umumnya dan pada tempat ia mengajar pada khususnya. Kepribadian guru akan diserap dan diambil oleh anak didik menjadi unsur dalam kepribadiannya yang sedang tumbuh dan berkembang.
Madrasah Ibtida'iyah di Indonesia bertujuan untuk mencetak anak didik yang menjadi seorang warga negara yang baik, menerima dan mau melaksanakan pancasila dan UUD 1945. Selain itu juga madrasah ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap dan nilai-nilai yang positif lainnya yang diperlikan bagi seorang muslim yang baik sehat jasmani maupun rohaninya, berpikiran maju dan berminat pada ilmu pengetahuan dan lain-lian. Semua yang ingin dicapai oleh tujuan madrasah ini yang dijabarka dalam kurikulumnya harus dapat benar-benar dipahami dan dilaksanakan oleh semua guru dan tercermin dalam bentuk penampilan kepribadinnya. 

C. Kepribadian Guru Madrasah Tsanawiyah
Syarat kepribadian bagi guru madrasah tsanawiyah tidak begitu banyak berbeda dengan guru madrasah ibtida'iyah. Artinya setiap guru yang mengajar pada madrasah Tsanawiyah harus memahami tujuan dari madrasah tsanawiyah tersebut dan selanjutnya harus tercermin dalam bentuk kepribadinnya. Hubungan yang tercermin antara guru dan murid hendaknya dekat kepada kakak dan adik, yang bersifat membimbing dengan penuh rasa pengertian karean para siswa sedang berada dalam umur goncang akibat pertumbuhan jasmani yang sedang dialaminya.

D. Kepribadian Guru Madrasah Tsanawiyah
Guru madrasah aliyah memerlukan persyaratan kepribadian yang hampir sama dengan kepribadian guru di madrasah Ibtida'iyah dan madrasah Tsanawiyah, walaupun bidang study dan keahliannya semakin banyak dan bermacam-macam sesuai dengan jurusannya masing-masing. Kepribadian seorang guru madrasah harus dapat menjamin tercapainya tujuan pendidikan pada madrasah aliyah tersebut secara khusus dan tujuan pendidikan secara umum.
Dalam mencapai tujuan yang berpijak kepada dasar yang telah ditentukan dalam kurikulum madrasah aliyah sangat diperlukan persyaratan kepribadian guru yang akan melaksanakan kuikulum itu. Betapapun baiknya kurikulum itu dan banyaknya buku-buku dan alat pelajaran namun tujuan kurikulum itu tidak tercapai, jika guru yang melaksanakan kurikulum tersebut tidak memahami, tidak menghayati, tidak berusaha mencapainya dengan keseluruhan pribadi dan tenaga yang ada pada guru tersebut.

E. Komponen-Komponen Kompetensi Pribadi
Kemampuan pribadi meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.   Mengembangkan kepribadian.
a.   Bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa
•    Mengkaji ajaran-ajaran yang dianut
•    Mengamalkan ajaran yang dianut
•    Mencerminkan sikap sal ing menghargai antar umat beragama

b.    Berperan dalam masyarakat sebagai warga Negara yang berjiwa pancasila
•    Mengkaji berbagai macam manusia pancasila. 
•    Mengkaji sifat-sifat kepatriotan baangsa Indonesia. 
•    Menghayati pada patriot dalam merebut, mempertahankan dan  mengisi kemerdekaan.
•    Membiasakan diri menerapka nilai pancasila dalam kehidupan.
•    Mengkaji hubungan manusia dengan lingkungan alamiah buatan
•    Membiasakan diri menghargai lingkungan hidup.

c.   Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyartkan bagi jabatan guru
•    Mengkaji sifat-sifat yang harus dimiliki bagi jabatan guru
•    Membiasakan diiri menerapkan sifat-sifat sabar, demokratis, menghargai pendapat orang lain, sopan santun, tanggap terhadap pembaharuan. 

2.   Berinteraksi berkomunikasi
a.   Berinteraksi dengan sejawat untuk meningkatkan profesional.
•    Mengkaji ajaran struktur organisasi Depdiknas
•    Mengkaji hubungan kerja professional "Berlatih menerima, memberikan balikan
•    Membiasakan diri mengikuti perkembangan profesi.
b.     Berinteraksi dengan masyarakat untuk penunaian misi pendidikan.
•    Mengkaji berbagai lembaga kemayarakatan yang berkaitan dengan pendidikan. 
•    Berlatih menyelenggarakan kegiatan masyarakat yang menunjang usaha-usaha pendidikan
3.   Melaksanakan bimbingan penyuluhan
a.   Membimbing siswa yang mengalami kesulitan
•    Mengkaji konsep dasar bimbingan
•    Berlatih mengenai kesulitan belajar murid
•    Berlatih memberikan bimbingan kepada murid yang mengalami kesulitan belajar.
b.    Membimbing murid yang mengalami berbal khusus.
•    Mengkaji cirri-ciri anak yang berkelainan berbakat khusus
•    Berlatih Mengenal anak yang berkelainan yang berbakat khusus.
•    Berlatih menyelenggarakan kegiatan untuk anak yang berkelainan yang berbakat khusus.

4.   Melaksanakan Administrasi sekolah
a.   Mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah
•    Mengkaji berbagai jenis sarana administrasi sekolah
•    Mengkaji pedoman administrasi sekolah
•    Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah
•    Berlatih membuat mengisi berbagai format administrasi sekolah
•    Berlatih menyelenggarakan administrasi sekolah

5.   Melaksanakan penelitian sedcrhana untuk keperluan pengajaran. 
a.   Mengakaji konsep dasar penelitian ilmiah
•    Mengkaji konsep dasar ilmiah yang sederhana 
•    Memahami laporan penelitian sederhana untuk kepentingan pengajaran 
b.   Melaksanakan penelitian sederhana
•    Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran
•    Membiasakan diri untuk melakukan penelitian untuk keperluan pengajaran

Adapun kemampuan kepribadian guru dalam proses belajar mengajar secara rinci yaitu sebagai berikut:
1.   Kemantapan integritas pribadi

Seorang guru dapat dituntut untuk dapat bekerja secara teratur tetapi kreatif dalam mengahadapi ppekerjaannya sebagai guru. Menurut Oemar Hamalik "Kemampuan dalam bekerja hendaknya merupakan karakteristik pribadinya, sehingga pola hidup seperti ini terhayati pula oleh siswa. Kemantapan integritas pribadi tidak terjadi, dengan sendirinya melainkan tumbuh melalui proses belajar yang sengaja diciptakan . Misalnya : Seorang guru dalam mengajarkan bab masalah muamalah kepada murid, guru tidak boleh sekedar hanya mengajarkan tetapi harus mampu mengaplikasikan juga dalam kehidupannya secara konsisten baik didalam sekolah maupun diluar sekolah dan hal ini pun harus dilatih dan terus dilatih melalui proses belajar mengajar.

2.   Peka terhadap perubahan atau pembaharuan
Dimaksudkan agar apa yang dilakukan oleh sekolah tetap konsisten dengan kebutuhan zaman. Untuk itu kemampuan penelitian merupakan karakteristik yang harus dikuasai oleh guru walaupun dalam bentuk sifat yang sederhana. Sebagai contoh seperti yang kita lihat sekarang dalam kehidupan masyarakat banyak hal-hal yang baru dalam tatanan kehidupannya. Mungkin sesuatu yang baru ini tidak terjadi pada zaman nabi, sehingga nabi tidak menjalaskan masalah hukumnya, jadi seorang guru harus peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dengan mengadakan suatu penelitian agar tidak terjadi ketinggalan zaman yang disebabkan adanya tatanan baru yang ada dalam kehidupan masyarakat.

3.   Berpikir alternatif
Ini dimaksudkan untuk menghindari verbalisme dan absolutisme. Untuk itu panduan belajar untuk setiap pelajaran harus dibuat setiap semester. Guru harus mampu memberikan berbagai alternative jawaban memilih salah satu alternative untuk kelancaran proses belajar mengajar dan meningkatkan akan mutu pendidikan. Misalnya: dalam mengajarkan masalah do'a qunut pada shalat shubuh, seorang guru tidak boleh menekankan pada satu pendapat ulama saja, misalnya ulama mengatakan tidak boleh, karena ini akan mengakibatkan verbalisme tetapi seorang guru harus berpikir alternatif dengan cara memberikan berbagai pendapat-pendapat ulama dari dari berbagai macam rujukan/sumber buku untuk menghindarkan verbalisme pada diri anak didik.

4.   Adil, jujur dan objektif
Sifat-sifat ini harus ditunjang dengan mengamalkan nilai-nilai moral, social yang diperoleh dari kehidupan masyarakat serta pengalaman belajar yang diperolehnya. Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya sedangkan jujur adalah tulus ikhlas dalam menjalankan fungssinya sebagai guru. Objektif artinya menjalani aturan-aturan yang ditetapkan tidak pilih kasih. Hal ini memang sangat sesuai dengan kepribadian guru apalagi guru agama, karena dalam materi PAI ada yang membahas masalah tersebut, jadi seorang guru tidak hanya mengajarkan masalah-masalah tersebut, tetapi dituntut untuk mengaplikasikannya didalam kehidupannya sehari-hari bagaimana seorang siswa aka berlaku adil, jujur sesuai yang diajarkan oleh seorang pendidik kalau guru itu sendiri tidak melakukannya.

5.   Berdisiplin dalam melaksanakan tugas
Disiplin muncul dari kebiasaan hidup yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjaan. Disiplin memerlukan proses pendidikan untuk itu guru memerlukan pemahaman tentang landasan ilmu pendidikan. Disiplin adalah sesuatu yang terletak didalam hati didalam jiwa seseorang yang memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu tidak sebagaimana yang ditetapkan oleh norma-norma aturan yang berlaku. Misalnya, ketika mendapat tugas jam mengajar pada jam pertama,harus dating tepat waktu, jangan sampai terlambat karena hal ini akan menciptkan suatu kondisi yang teratur dalam proses belajar mengajar.

6.   Ulet tekun bekerja
Keuletan ketekunan dalam bekerja tanpa mengenal lelah serta tanpa pamrih yang harus diperhatikan oleh guru. Guru harus ulet tekun dalam bekerja sehingga program pendidikan yang telah digariskan dalam kurikulum dapat dijalankan agar dapat tercapai dengan baik. Misalnya, dalam pencapaian tujuan dari materi yang diajarkan, yaitu siswa dapat melaksanakan sekolah dengan baik dan benar. Maka seorang guru harus ulet dan tekun dalam menjalankan tugasnya untuk pencapaian dari tujuan sebuah materi sebelum anak didiknya bisa melaksanakan sholat yang baik dan benar, maka seorang guru harus terus mencoba sampai apa yang diinginkaan dari sebuah kurikulum tersebut dapat tercapai dan berjalan dengan baik.

7.   Berusaha memperoleh hasil kerja yang sebaik-baiknya
Guru diharapkan meningkatkan diri mencari cara baru agar mutu dan kualitas pendidikan selalu meningkat, pengetahuan yang dimilikinya selalu bertambah dengan membuka mata terhadap perkembangan zaman dan tidak peka terhadap perubahan-perubahan. Disamping itu guru perlu menjaga semangat kerja yang tinggi sehingga program pendidikan yang dicanangkan dapat memperoleh hasil yang memuaskan. Apalagi pada saat ini banyak anggapan bahwa pendidikan agama masih dalam tahap tradisional dan masih banyak ketertinggalan, misalnya keterbatasan dalam alat-alat peraga untuk menyampaikan sebuah materi PA1, saat calon guru itu belajar sehingga pemahamannya kurang dari kurangnya pemahaman tersebut menyebabkan ketertinggalan, oleh Karena itu seorang guru harus bekerja keras untuk meningkatkan diri dengan cara mencari hal-hal yang baru.  

8.   Simpatik,lues, arif/bijaksana sederhana dalam bertindak
Guru harus simpati karena sifat ini aka disenangi oleh siswa, jiwa siswa yang menyenangi gurunya sudah barang tentu akan menyenangi pelajarannya. Demikian juga dalam hal melaksnakan proses belajar mengajar harus menarik dengan daya tarik yang diungkapkan oleh motivasi belajar yang lebih meningkat. Keuletan merupakan factor pendukung untuk disenangi oleh siswa karena guru mampu bergaul berkomunikasi dengan baik. Kebijaksanaan dan kesederhanaan maka menjalin keterikatan batin dengan siswa. Dengan adanya keterkaitan tersebut, guru mampu mengendalikan proses belajar mengajar yang dilaksanakan. 

9.   Bersifat terbuka
Dengan dimilikinya sifat terbuka oleh guru maka demokrasi dalam belajar akan terlaksana sebab dengan demokrasi akan mendidik mmelatih siswa untuk bersifat terbuka pula, tidak menutupi kesalahan terus terang mau dikritik untuk dimasa yang akan datang. Misalnya, dalam proses belajar mengajar, salah seorang siswa menanyakan pelajaran yang diajarkannya, karena tidak pahamnya, kemudian guru tersebut tidak bisa mnejawabnya, dikarenakan minimnya pengetahuan maka seorang guru haruslah terbuka dan berterus terang karena hal ini akan menciptakan kondisi belajar yang demokratis.

10. Kreatif
Artinya guru harus mampu melihat berbagai kemungkinan yang menurut perkiraannya sama-sama jitu, kreatifitas itu erat sekali hubungannya dengan kecerdasan. Untuk memperoleh kreatifitas yang tinggi sudah tentu banyak bertanya, banyak belajar. Misalnya di lembaga pendidikan yang terbatas dengan tenaga pendidiknya, sehingga yang mengajarkan PAI bukan dari jurusannya melainkan dari jurusan matematika, hal ini guru tersebut dituntut untuk kreatif, dengan cara belajar kembali ataupun dengan cara banyak bertanya.

11. Berwibawa
Dengan kewibawaan maka proses belajar mengajar akan terlaksana dengan baik, berdisiplin tertib. Dengan demikian kewibaan bukan berarti sisa harus takut kepada guru, melainkan siswa akan taat patuh pada peraturan yang berlaku pada peraturan yang berlaku sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh guru. Sebagai contoh dalam proses belajar mengajar seorang guru ketika menerangkan suatu mata pelajaran harus menjaga pembicaraannya guru tidak boleh bicara yang kotor/tidak masuk akal walaupun bertujuan untuk membuat anak didik senang hal ini tidak boleh dilakukan bagi seorang guru karena akan merusak citra/kewibawaan seorang guru.

BAB III
PENUTUP 

A. Kesimpulan
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan tempramen seseorang, hanya dapat diketahui lewat penampilan, tindakan, atau ucapan ketika menghadapi suatu pesroalan.
Disamping perangkat dan segala hal yang berhubungan dengan pengajaran dan yang bermuara pada keberhasilan dalam tujuan pendidikan itu, ternyata adalah kepribadian guru juga merupakan hal yang sangat menentukan dalam keberhasilan pengajaran. Bahkan keberhasilan kepribadian ini dianggap vital karena anaak didik akan mencomtoh dan menyerap dari segala tingkah laku dan penampilan guru saat mengajar.
Seorang guru diharapkan dapat mengimplementasikan baik secara emosional, intelegensi dan spiritual sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara baik, efektif dan efisien. Kepribadian guru PAI diharapkan benar-benar benar-benar teraplikasikan dalam kegiatan proses belajar mengajar, baik dari peserta didiknya maupun dari tenaga pendidiknya itu sendiri sehingga tercapainya tujuan dari pendidkan itu yaitu menciptakan manusia yang beriman dan bertaqwa.

DAFTAR PUSTAKA

Daradjat, Zakiyah, Kepribadian Guru, Jakarta : Bulan Bintang, 1978.
Gordon, Thomas, Guru Yang Efektif, Jakarta : CV. Rajawali, 1984
Hawi, Akmal, Kompetensi Guru PA I, Palembang, Farah Press, 2010
Http/ fdj. Indrokurniawan. Blogspot.com.2012/05/makalah kepribadian guru.Html
Hamalik, oemar, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2001
Soelaeman, Menjadi Guru, Bandung: CV. Diponegoro: 1985
Usman, Moh, Menjadi Guru Profesinal, Bandung: Remaja Rosdakarya: 1995
Wijaya dan Rusyan, Kemampuan dasar guru dalam proses belajar mengajar,
Bandung: Remaja Rosdakarya: 1991