BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan
bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup dan kehidupan manusia. John Dewey
menyatakan, bahwa pendidikan sebagai salah satu kebutuhan, fungsi sosial,
sebagai bimbingan sarana pertumbuhan yang mempersiapkan dan membukakan
serta membentuk disiplin hidup (Zakiyah Darajat, 1983 :1). Untuk membentuk
disiplin hidup maka perlu adanya Pendidikan Islam. Yang mengembangkan kemampuan
individu secara maksimal dan positif. Dalam pendidikan Islam itu sendiri
terdapat konsep-konsep dalam mengembangkan kemampuan individu yaitu Ta’lim, Ta’dib,
dan Tarbiyah. Dengan adanya konsep-konsep tersebut maka terealisasikannya
pendidikan dan tujuan pendidikan.
B. Pokok Bahasan
1.
Konsep Ta’lim adalah
proses pengajaran yang lebih mengarah pada aspek kognitif.
2.
Konsep ta’dib adalah
suatu pendidikan yang lebih mengarah pada aspek afektif.
3.
Konsep tarbiyah adalah
proses pengajaran yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan peserta didik, yang
mencakup Afektif, Kognitif dan Psikomotorik.
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam pendidikan Islam
terdapat tiga konsep dasar pendidikan Islam, yaitu Ta’lim, Ta’dib, dan
Tarbiyah. Untuk lebih jelasnya ketiga konsep tersebut akan dijelaskan sebagai
berikut :
A. Ta’lim
Kata ta’lim berasal dari kata dasar “allama” yang berarti
mengajar, mengetahui. Pengajaran (ta’lim) lebih mengarah pada aspek
kognitif, ta’lim mencakup aspek-aspek pengetahuan dan keterampilan yang
dibutuhkan seseorang dalam hidupnya serta pedoman perilaku yang baik.
Muhammad
Rasyid Ridha mengartikan ta’lim dengan : “Proses transmisi berbagai ilmu
pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan
tertentu”. Definisi ta’lim menurut Abdul Fattah Jalal, yaitu sebagai
proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab dan penanaman
amanah, sehingga penyucian diri manusia itu berada dalam suatu kondisi yang
memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta mempelajari segala apa yang
bermanfaat baginya dan yang tidak diketahuinya. Mengacu pada definisi
ini, ta’lim berarti adalah usaha terus menerus manusia sejak
lahir hingga mati untuk menuju dari posisi “tidak tahu” ke posisi “tahu”
seperti yang digambarkan dalam surat An Nahl ayat: 78.
Artinya :
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui
sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu
bersyukur.
Dari
pengertian diatas, ta’lim mencakup aspek-aspek pengetahuan dan keterampilan
yang dibutuhkan seseorang dalam hidupnya serta pedoman perilaku yang baik,
sebagai upaya untuk mengembangkan, mendorong dan mengajak manusia lebih maju
dan kehidupan yang mulia, sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik
yang berkaitan dengan akal, perasaan maupun perbuatan karena seseorang
dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, tetapi ia dibekali
dengan berbagai potensi untuk mengembangkan keterampilannya tersebut agar dapat
memahami ilmu serta memanfaatkannya dalam kehidupan.
Pengajaran
mencakup teoritis dan praktis sehingga peserta didik memperoleh kebijakan dan
menjauhi kemadaratan. Pengajaran itu juga mencakup ilmu pengetahuan dan
al-hikmah (bijaksana), misalnya guru matematika akan berusaha mengajarkan
al-hikmah matematika, yaitu pengajaran nilai kepastian dan ketepatan dalam
mengambil sikap dan tindakan dalam kehidupannya, yang dilandasi oleh
pertimbangan yang rasional dan perhitungan yang matang.
B. Ta’dib
Kata
ta’dib secara etimologis adalah bentuk masdar yang berasal dari kata “addaba”,
yang artinya membuat makanan, melatih dengan akhlak yang baik, sopan santun,
dan tata cara pelaksanaan sesuatu yang baik.
Menurut
al-Naqaid, al-Attas, ta’dib berarti pengenalan dan pengakuan yang secara
berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat
dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah
pengenalan dan pengakuan kekuatan dan keagungan Tuhan.
Dalam pengertian ta’dib
di atas bahwasannya pendidikan dalam pespektif Islam adalah usaha agar orang
mengenali dan mengetahui sesuatu sistem pengajaran tertentu. Seperti halnya
dengan cara mengajar, dengan mengajar tersebut individu mampu untuk
mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya, misalnya seorang pendidik
memberikan teladan atau contoh yang baik agar ditiru, memberikan pujian, dan
hadiah, mendidik dengan cara membiasakan, dengan adanya konsep ta’dib tersebut
maka terbentuklah seorang Individu yang muslim dan berakhlak. Pendidikan ini
dalam sistem pendidikan dinilai sangat penting fungsinya, karena bagaimanapun
sederhananya komunitas suatu masyarakat pasti membutuhkan atau memerlukan
pendidikan ini terutama dalam pendidikan akhlak. Dari usaha pembinaan dan
pengembangan ini diharapkan manusia mampu berperan sebagai pengabdi Allah
dengan ketaatan yang optimal dalam setiap aktivitas kehidupannya, sehingga
terbentuk akhlak yang mulia yang dimiliki serta mampu memberi manfaat bagi
kehidupan alam dan lingkungannya. Jadi terwujudlah sosok manusia yang beriman
dan beramal shaleh.
Dalam
konsep ta’dib mengandung tiga unsur, yaitu : pengembangan iman, pengambangan
ilmu, pengembangan amal. Hubungan antara ketiga sangat penting karena
untuk tujuan pendidikan juga. Iman merupakan suatu pengakuan terhadap apa yang
diciptakan Allah di dunia ini yang direalisasikan dengan ilmu, dan
konsekuensinya adalah amal. Ilmu harus dilandasi dengan iman, dengan
iman maka ilmu harus mampu membentuk amal karena ilmu itu harus diamalkan kepada
orang yang belum mengetahuinya, dengan terealisasikannya unsur tersebut maka
akan terwujudnya tujuan pendidikan.
Dalam
sosok pribadi manusia beriman dan beramal shaleh tersebut dapat digambarkan
bahwa mereka memiliki jati diri sebagai pengabdi Allah, serta ikut dalam
berkreasi dan berinovasi guna kepentingan kesejahteraan hidup bersama. Atas
dasar keimanan, mampu memelihara hubungan dengan Allah dan antara dirinya
dengan sesama makhluk Allah, sedangkan realisasi dan keimanan itu terlihat dari
kemampuan untuk senantiasa berkreasi dan berinovasi yang bernilai bagi
kehidupan bersama.
Ta’dib
sebagai upaya dalam pembentukan adab (tata krama), terbagi atas empat macam :
1. Ta’dib
adalah al-haqq, pendidikan tata krama spiritual dalam kebenaran, yang di
dalamnya segala yang ada memiliki kebenaran dan dengannya segala sesuatu
diciptakan.
2. Ta’dib
adab al-Khidmah, pendidikan tata krama spiritual dalam pengabdian.
3. Ta’dib
adab al-Syari’ah, pendidikan tata krama yang tata caranya telah digariskan oleh
Allah memalui wahyu.
4. Ta’dib
adab al-shuhbah, pendidikan tata krama dalam persahabatan, berupa saling
menghormati dan saling tolong menolong.
C. Tarbiyah
Dalam
bahasa Arab, kata al-tarbiyah memiliki tiga akar kebakaan, yaitu :
1. Rabba,
yarbu : yang memiliki makna tumbuh, bertambah, berkembang.
2. Rabbi,
yarba, : yang memiliki makna tumbuh dan menjadi besar atau dewasa.
3. Rabba,
yarubbu, : yang memiliki makna memperbaiki, mengatur, mengurus dan mendidik,
menguasai dan memimpin, menjaga dan memelihara.
Menurut Musthafa
Al-Ghalayani, at-tarbiyah adalah penanaman etika yang mulia pada anak yang
sedang tumbuh dengan cara memberi petunjuk dan nasihat, sehingga ia memiliki
potensi dan kompetensi jiwa yang mantap, yang dapat membuahkan sifat-sifat
bijak, baik cinta akan kreasi, dan berguna bagi tanah airnya.
Tarbiyah (pendidikan)
merupakan transformasi pengetahuan dari satu generasi kegenerasi, atau dari
orang tua kepada anaknya. Transformasi pengetahuan ini dilakukan dengan penuh
keseriusan agar peserta didik memiliki sikap dan semangat yang tinggi dalam
memahami dan menyadari kehidupannya, sehingga terbentuk ketakwaan, budi pekerti,
dan kepribadian yang luhur. Dengan terbentuknya individu seperti itu maka suatu
pendidikan dapat terealisasikan tujuannya.
Dalam
pendidikan (tarbiyah) ini mencakup ranah kognitif, afektif, psikomotorik,
ketiga ranah tersebut harus dimiliki peserta didik, agar apa yang jadi visi
misi lembaga institusi tertentu bisa terwujud tujuan pendidikannya, untuk itu
maka pendidik dalam mendidik harus memiliki rasa keseriusan, keikhlasan dalam
menjalankan tugas-tugasnya. Agar peserta didik menjadi sosok yang diharapkan
dan bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan juga masyarakat.
Musthafa
al-Maraghi membagi aktivitas al-tarbiyah menjadi dua macam:
1. Tarbiyah
khalaqiyyah, yaitu pendidikan yang terkait dengan perumbuhan jasmani manusia,
agar dapat dijadikan sebagai sarana dalam pengembangan rohaninya.
2. Tarbiyah
diniyah tahdzibiyyah, pendidikan yang terkait dengan pembinaan dan pengembangan
akhlak dan agama manusia.
Dalam pengertian
tarbiyah ini menunjukkan bahwa pendidikan islam tidak sekedar menitik beratkan
pada kebutuhan jasmani, tetapi diperlukan juga pengembangan kebutuhan psikis,
sosial, etika dan agama untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Pendidikan Islam yang
dilakukan harus mencakup proses transformasi kebudayaan, nilai dan ilmu
pengetahuan dan aktualisasi terhadap seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta
didik, agar mencetak peserta didik ke arah insan kamil, yaitu insan sempurna
yang tahu dan sadar akan diri dan lingkungan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidik dalam
perspektif Islam mencakup tiga konsep, yaitu :
1. Konsep
ta’lim : proses pendidikan yang mengarah pada aspek kognitif, dengan cara
mengembangkan kemampuan, keterampilan peserta didik,
2. Konsep
ta’dib : Pendidikan yang mengedepankan aspek afektif, agar dapat membentuk
pribadi manusia beriman dan beramal shaleh.
Ta’dib terbagi menjadi 4
macam yaitu :
a. Ta’dib
adab al-haqq
b. Ta’dib
adab al-khidmah
c. Ta’dib
adab al-syari’ah
d. Ta’dib
adab al-shuhbah
3. Konsep
tarbiyah : proses pengajaran untuk mengembangkan, menumbuhkan yang mencakup
kognitif, afektif, dan psikomotorik.
B. Saran
Dalam
suatu pendidikan Islam peserta didik harus mampu mengembangkan kemampuannya dalam
ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dan harus adanya keseimbangan antara
ketiga ranah tersebut, agar terwujudnya sosok pribadi yang bertaqwa dan berakal
shaleh dan agar menjalani insan kamil.
DAFTAR PUSTAKA
Tafsir, Ahmad, Ilmu
Pendidikan Dalam Perpektif Islam. Bandung : Remaja Rosdakarya, 1984.
Nasir, Ridlwan, Mencari
Tipologi Format Pendidikan Ideal. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2005.
Jalaludin, Teologi
Pendidikan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003
Mujib, Abdul, Ilmu
Pebdidikan Islam. Jakarta : Kencana Prenada Media, 2006
Halim, Mahmud, Ali Abdul
Pendidikan Ruhani. Jakarta : Gema Insani Press, 2000.